Oleh: mproprovider | 06/04/2011

Mengenal Ropes Course …yang bukan Outbound

Mengenal Ropes Course …yang bukan Outbound

Tulisan ini sebenarnya ditujukan untuk menambahkan dan melengkapi yang ada dalam kamus wikipedia, terutama mengenai istilah yang kedengaran asing ditelinga kita yaitu Ropes Course. Sudah menjadi pengetahuan kita jika kegiatan outdoor activities dewasa ini sedang cukup ramai kalau tidak disebut booming ditanah air, kegiatan yang semula hanya dilakukan sekelompok masyarakat yang biasanya erat kaitannya dengan kegiatan rock climbing juga kegiatan di alam terbuka(entah istilah lainnya juga banyak disebut), dengan mudahnya dapat kita lihat dibanyak tempat baik di kota, pedesaan maupun ditengah-tengah hutan, kegiatan ini dengan bentuk games-gamesnya yang cukup unik dan natural telah banyak dilirik oleh banyak kalangan pelaku bisnis maupun management untuk dijadikan model pelatihan pengembangan SDM, pendidikan maupun sebagai sarana yang bersifat komersial dengan bentuk sarana rekreasi ataupun adventure park. Sebagai contoh di wilayah Bandung dan sekitarnya, dengan kondisi alamnya yang sangat mendukung ditambah masyarakatnya yang kreatif , dapat dengan mudah ditemukan lokasi wahana outbound maupun camp wisata, bahkan di rumah makan sekalipun banyak games Ropes Course terlihat terpasang.

Kegiatan Ropes Course (di Indonesia sering salah kaprah menjadi outbound dll), merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan menantang pengembangan pribadi dan membangun kegiatan tim yang biasanya terdiri dari elemen tinggi dan / atau elemen rendah. Elemen rendah terjadi di atas tanah atau hanya beberapa meter di atas tanah. Elemen Tinggi biasanya dibangun di pohon atau yang terbuat dari tiang-tiang dan memerlukan penambatan untuk keselamatan.

Lokasi low ropes games di Taman Kota Kupang Nusa Tenggara TimurLokasi low ropes games di Taman Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (Doc Mpro Provider)

Terminology

Ropes Course dikenal dengan menggunakan beberapa nama yang berbeda-beda, termasuk Challenge Course, Challenge Ropes Course, High Ropes Element Games Course, dan Low Ropes serta nama-nama yang lebih istimewa seperti Challenging Outdoor Personal Experience (digunakan oleh Boy Scouts of America), beberapa istilah terkait lainnya termasuk Kursus Halang Rintang (Obstacle Courses), Kursus dan Commando Assault (Assault Courses and Commando Courses), walaupun istilah-istilah ini juga mempunyai makna yang sedikit berbeda, seringkali lebih berhubungan dengan pelatihan militer dibandingkan dengan pendidikan dan pelatihan untuk masyarakat umum.

Sejarah Ropes Course di Dunia

Obstacle Courses dalam sejarahnya telah digunakan oleh kaum militer untuk melatih tentara orang-orang Yunani kuno. Kursus-kursus ini, terutama digunakan untuk pelatihan yang sangat cocok untuk kemampuan individu dan tidak selalu diarahkan pada pengembangan seluruh pribadi seperti tali praktik umum di dalam pelatihan-pelatihan dewasa ini. Penggunaan penambatan dan sistem manajemen risiko pada kursus seperti itu terbatas atau dapat dikatakan tidak ada sama sekali.

Banyak praktisi mengutip Georges Hebert sebagai pencetus tali temali “modern” , seorang Perwira angkatan laut Perancis pada awal 1900-an, Hebert mengembangkan sendiri metode pendidikan jasmani, aparatur, dan prinsip-prinsip untuk melatih dalam apa yang disebut “Natural Method,” yang mencakup perkembangan fisik, moral, dan kualitas “jantan” dalam lingkungan luar. Berangkat dari latar belakang pelaut, Hebert berpola sebagian hambatan pada kendala ditemukan di geladak kapal. “Hébertism” tumbuh selama dan antara Perang Dunia I, menjadi standar untuk physical education bagi militer Perancis. Banyak kursus tantangan tali dan pelatihan program di Perancis, Kanada dan Eropa masih dikenal saat ini sebagai Pelatihan Hébertism.

Di Kota Marble, Colorado AS, situs Colorado pertama ,Outward Bound misalnya, lokasi itu diyakini oleh banyak orang sebagai lokasi kursus tali pertama di Amerika Serikat, meskipun hal ini masih diperdebatkan. Berpola sepert latihan rintangan militerdan mirip dengan kursus penggunaan di sekolah Outward Bound di Aberdyfi, Wales, kursus itu terbuat dari tali rami. Sistem penambatan minim atau tidak ada (Karl Rhonke, Wall, Tait, & Rogers, 2003, h. 4).

Sebagai Kursus Modern?

Sejak tahun 1980-an, penggunaan dan pemanfaatan peralatan canggih dalam Ropes Course telah cukup berkembang secara luas. Banyak pengguna menggabungkan kursus tali modern penambatan canggih, (sophisticated belay) dan sistem keamanan menggunakan tali kawat (wire ropes), alat gesekan (friction), dan tali kekang pemanjatan (climbing harness) untuk mengelola apa yang sebelum itu resiko yang akan datang kemudian. Baru-baru ini kemajuan teknologi perangkat keras (hardware) dan climbing bersama peralatan industri lainnya diterima sebagai bagian dari desain instalasi dan praktek yang dapat mengurangi risiko kepada pengguna dan kepada lingkungan alam (natural environment). Ropes Course modern ini menggunakan berbagai media selain pohon-pohon (tree on tree), termasuk tiang-tiang dan struktur baja. Beberapa model ini dapat ditemukan di berbagai lokasi, termasuk daerah-daerah berhutan, lapangan terbuka, atau dipasang di dalam bangunan tertutup (indoor).

Tren baru-baru ini dalam ropes course telah menciptakan sebuah genre baru, berupa model kontruksi baja mobile yang bertujuan untuk rekreasi. Panel dibuat khusus untuk High ropes course (awalnya dirancang oleh Jim Liggett dari Ropes Course, Inc) dan climbing wall yang dibangun di atas truk , telah membuat program tantangan lebih mudah tersedia bagi publik untuk tujuan rekreasi dan menghasilkan peningkatan publisitas. Perkiraan baru-baru ini oleh pembangunan media ropes course diperkirakan ada lebih dari 7.500 lokasi Challange Ropes Course di Amerika Serikat dan peningkatan tambahan 200-400 lokasi dibangun setiap tahunnya.

Ropes Course di Indonesia.

Belum ada sejarah yang jelas siapa yang mengembangkan Ropes Course pertama kali di Indonesia, perkembanganRopes Course di negeri ini lebih banyak dikenal dan salah kaprah dengan kegiatan outbound, istilah penamaan outbound sendiri saat ini masih kabur dan penuh berdebatan, walau diakui perkembangannya seiring dengan kegiatan yang dilakukan Outward Bound Indonesia (OBI) pada tahun 1990an. Karena mulai maraknya kemunculan provider-provider sejenis yang menerapkan metode kegiatan serupa maka untuk menghindari perselisihan, salah satu kata dalam kalimat Outwardbond dihilangkan wardnya, maka jadilah kata outbound seperti yang dikenal hingga saat ini, (lihat dalam milist AELI Tanggal: Selasa, 26 Januari, 2010

Menurut salah seorang pelaku kegiatan ini dalam milist Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) mengatakan bahwa outbound adalah media belajar bukan alat belajar, jadi soal dampak kegiatan ini dalam pendidikan misalnya akan sangat tergantung dari program yang disusunnya. Nah sebagai media belajar ini..ropes course sering dijadikan sebagai bagian media pelatihan juga dalam kegiatan outbond, baik itu low rope maupun high ropes element gamesnya, selanjutnya ketika beberapa kawasan wisata, tempat peristirahatan, taman rekreasi, bahkan rumah makan melengkapi fasilitasnya dengan beberapa games low maupun high ropes bahkan walau hanya flying fox saja sudah dikatakan outbound…begitulah orang awam memaknainya.

Mengingat perkembangan kegiatan ini yang semakin diterima secara luas ditanah air, banyak perusahaan wasta lembaga pendidikan bahkan di beberapa instansi pemerintahan misalnya Ropes Course telah diterima sebagai “alat ajar” dalam pelatihan pengembangan pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan. Dewasa ini banyak dari provider di tanah air saat ini lebih memfokuskan kegiatan khususnya dalam pengembangan Ropes Course, tidak terkecuali Mpro Provider, namun seiring perkembangannya Mpro Provider lebih menspesialisasikan dirinya dalam pengembangan rancang bangun kontruksi ropes course, juga fokus terhadap standarisasi keamanan dalam installasi gamesnya, berikut training safety bagi para operatornya, mengingat sampai saat ini belum ada provider juga assosiasi manapun yang serius menggarap standarisasi keamanan kontruksi dan installasi dalam ropes course di tanah air (lihat dalam situsnya http://www.mproprovider.com/.)

High Ropes Course ( Kursus Tali Ketinggian)

High Ropes Course ( Kursus Tali Ketinggian) dapat direkayasa pra-kursus, dibangun dari tiang-tiang, kabel, simpul-simpul tali temali dan baut yang dibangun oleh seorang kontraktor, atau yang dibangun dalam daerah berhutan, di mana tali dan kawat yang melekat pada pohon yang berbeda. Sekalipun

kontruksinya dibangun oleh kontraktor atau pribadi, untuk membuat kursus yang terbuka untuk umum, ada beberapa peraturan yang secara ketat yang saat ini berkembang dan mewakili industri dalam Ropes Course secara internasional ditetapkan oleh Asociation Challenge Course Technologies (ACCT) maupun Professional Rope Course Association (PRCA)harus ditaati dan tentu saja harus diperiksa secara teratur untuk menjamin keamanannya.

Ropes Course juga dapat digambarkan sebagai kegiatan yang statis atau dinamis. Dengan kursus statis, peserta yang melekat pada sebuah kawat baja di atas, penambatan kabel, dengan tali dan carabiner untuk keselamatan. Jika peserta menggantung, mereka akan ditangkap oleh kawat. Pada kursus yang dinamis (dynamic belay), para peserta terhubung ke tali, yang ada di tanah akan berpegangan dan belaying peserta di lapangan. Keuntungan yang statis yang membutuhkan lebih sedikit orang operator termasuk fasilitator, dan mampu mendapatkan lebih banyak peserta di kursus pada satu waktu. Namun, tentu saja yang dinamis memungkinkan peserta dapat dengan mudah diturunkan ke tanah dengan aman dan dapat berfungsi ganda sebagai unsur tambahan dalam kursus tantangan karena membutuhkan suatu sikap mempercayakan secara penuh kepada belayer.

Biasanya peserta harus menandatangani sebuah surat pernyataan sebelum diperbolehkan untuk berpartisipasi di

lapangan, karena tingginya risiko cedera. Sebagian peserta mungkin memiliki waktu terbatas untuk menyelesaikan kursus karena ketinggiannya dan tantangan fisik. Kursus biasanya berkisar dari 25 meter sampai 50 kaki tingginya.. Dalam rangka untuk naik ke peserta kursus biasanya harus memanjat, seperti dengan menggunakan jaring kargo (cargo net) atau tangga monyet (Jacob ladder), yang dapat dibuat dari tali, atau climbing wall (dinding panjat) buatan.

Beberapa element games yang terdapat dalam High Ropes biasanya terdiri dari:.
High Element:
– Standard Traversing Element:
1. Burma Bridge,
2. Cat Walk,
3. Incline Log,
4. Island in The Sky,
5. Multive Traverse,
6. Pirate’s Crossing,
7. Tired Two Line,
8. Two Line Bridge
– Other Element:
1. Centipede,
2. Climing Tower,
3. Flying Squirrel,
4. Pamper Pole,
5. Prusik Climb,
6. Quadophenia,
7. Rappeling,
8. Vertical Playpen,
9. Tension Traverse – High version,
10. Zip Line/wire (Flying Fox)
(lihat dalam: The Guide for Challange Course Operations, compiled by Bob Ryan, Project Adventure 2005 hal.132

Low Ropes Course

Kursus tali rendah (low rope) terdiri dari serangkaian rintangan nyata dan imajiner yang dirancang untuk menantang kelompok-kelompok dan individu untuk bekerja sama menyelesaikan suatu tugas. Klasifikasi kursus tali rendah dapat lebih dibagi menjadi beberapa jenis kegiatan:

Cooperative Game (Game Kerjasama), Kegiatan Sosialisasi (Socialization Activity), Ice-Breaker: suatu kegiatan yang menyenangkan yang dirancang untuk mengurangi hambatan dan memecah hambatan. Kegiatan ini sering tidak didasarkan pada tugas yang ditetapkan, tetapi di urutan peristiwa. Pengguna sering ditempatkan di posisi di mana mereka didorong untuk mencoba hal baru yang dapat menempatkan mereka di luar zona kenyamanan normal mereka. Contohnya meliputi: nama permainan, orang-orang kepada orang-orang, rakun lingkaran (raccoon circle)…

Group Initiative (Inisiatif kelompok): masalah yang melibatkan real dan imajiner berbasis rintangan di dasar tanah (baik alami atau dibangun) yang menantang kelompok untuk menyatukan sumber daya mereka dan bekerja sama untuk mencari solusi. Sukses hanya akan tercapai jika semua anggota telah memberi kontribusi pada hasil. Antara lain: The Muese, Spider’s Web, Carpet Maze, Crocodile Pit, Whale Watch, Peanut Butter River, Ragging River, TP Shuffle, Nitro Crossing, and Group Wall

Trust-building games (Games Membangun kepercayaan): kegiatan yang dirancang untuk memberikan anggota kesempatan untuk menunjukkan kepercayaan mereka pada anggota lain dari kelompok melalui serangkaian tindakan sequencing. Contohnya: Willows in the Wind and Trust Fall .
Low Ropes Elements : Unsur dalam low rope: serangkaian kabel, tali, dan kendala yang tegang antara pohon-pohon atau tiang, 12-18 inci di atas tanah, unsur-unsur tali rendah sekarang tes kekuatan fisik, stamina, kelincahan, keseimbangan, dan fleksibilitas, dan mengundang peserta untuk menghadapi seperti masalah-masalah emosional seperti takut jatuh, takut kegagalan, dan rasa takut kehilangan kontrol. Risiko ini dikelola oleh anggota kelompok yang beranggapan peran bercak kritis. contohnya: Swinging Balance Beam, Triangle Traverse, Tire Swings, and Mohawk Walk.

Contoh definisi mengenai hal ini dapat dilihat dari “A Facilitator’s Guide to Adventure Challenge Programming” by Mike Smith and David Brassfield.

Pencapaian hasil…..

Tentu saja para pendukung Ropes mengklaim bahwa tujuan mereka menemukan sejumlah metode pendidikan, perkembangan, dan rekreasi. High Rope Course dan Climbing program (program pemanjatan) umumnya berfokus pada pencapaian pribadi dan meminta peserta untuk mengatasi kesulitan pribadi mereka akan rasa takut dan cemas. Mungkin tantangan fisik dan / atau emosional juga. Dalam kasus tertentu, program-program elemen tinggi (High Rope Element) melibatkan pengembangan dan penguasaan keterampilan teknis untuk mengelola sistem penambatan tali yang digunakan untuk mengamankan pemanjat/peserta lain ketika mereka bergerak berlatih. Dalam kasus tersebut, hasil biasanya termasuk mengekplorasi dasar-dasar kepercayaan, keahlian, dan pelatihan. Program menggunakan tali rendah (low ropes course elements) tentu saja unsur atau inisiatif kelompok yang paling sering dirancang untuk mengeksplorasi interaksi kelompok (group interaction), pemecahan masalah (problem solving), dan kepemimpinan (leaderships). Beberapa hasil yang diyakini secara umum meliputi peningkatan terhadap :

* Cooperation (Kerjasama)
* Decision making (Keputusan)
* Self confidence (Percaya diri)
* Positive Risk Taking (Mengambil resiko)
* Cohesion (Kepaduan)
* Trust (Percaya)
* Self esteem (Pengargaan diri)
* Leadership (Kepemimpinan)
* Goal setting (Penetapan sasaran)
* Teamwork (Kerjasama Team)

Penelitian

Bagian ini membutuhkan penjelasan yang cukup panjang lebar jika ingin dilakukan penelitian. Meskipun perkembangan Ropes Course cukup pesat di dunia juga di tanah air selama akhir abad ke-20 ini dan meningkatkan profesionalisme dalam kecanggihan peralatan pendukungnya, dan tentu saja variant model-model konstruksinya, tetap ada kurangan mengenai perdebatan ilmiah yang jelas tentang banyaknya manfaat yang didapat dari pelatihan ropes course secara psikososial maupun partisipasi. Namun apapun manfaat yang dapat diperoleh, bagaimanapun Ropes Course telah menjadi alternatif rekreasi dan mendapatkan kesenangan yang cukup menantangmengasyikan bagi anak, remaja maupun dewasa. Sebagaimana sebuah lagu yang dinyanyikan kita semasa kecil: “disini senang..disana senang…dimana-mana hatiku senang….”

Penulis: Lukman Nurhakim (Pemerhati dan Praktisi Ropes Course/Outdoor Activities)

Disunting dan Referensi dari:
1. From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
2. Challange Course and Canopy Zip Line Tours Standars, Association for Challenge Course Technologies (ACCT), 7th edition, ACCT 2008
3. The Complete Ropes Course Manual, compiled by Karl Rohnke 4th edition, Kendall/Hunt Publishing, 1994
4. The Guide for Challange Course Operations, compiled by Bob Ryan, Project Adventure 2005
5. The Research & Literature on Challenge Courses compiled by Aram Attarian PhD, North Carolina State University, 2005-02, 88p

Untuk informasi mengenai Rancang Bangun dan Kegiatan Ropes Course:

MPRO PROVIDER
CV. MITRA PROGRESSINDO
Address:
Jl. Sukawarna Komp.Sukawarna Baru Blok C No.8
(Sebelum SPBU/BTC dari arah Jl. Dr. Djunjunan/ Ters.Pasteur)
Bandung
Jawa Barat
Indonesia
E-mail: info@mproprovider.com
Telephone: +62-22-86062095
Fax: +62-22-86062095
Mobile Phone Number: +62 813-80950062
http://www.mproprovider.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: